Payudara besar biasanya lebih menarik, kebanyakan perempuan lebih tertarik untuk memperbesar daripada memperkecilnya. Namun memperkecil payudara bukan cuma soal penampilan, dalam kondisi tertentu tindakan ini bisa memperpanjang usia.
Pendapat itu disampaikan oleh Dr Laurence Kirwan, seorang ahli bedah kosmetik di Inggris dalam sebuah tulisannya di Dailymail. Menurutnya, ada kalanya operasi kecantikan tidak hanya memperbaiki penampilan tetapi juga kualitas hidup dalam jangka panjang.
Salah satunya, Dr Kirwan mencontohkan seorang presenter televisi Inggris, Ulrika Jonsson. Perempuan yang merasa dadanya terlalu besar ini menjalani operasi untuk memperkecil ukurannya pada tahun 2009, dari yang semula 32E menjadi hanya 32C.
Bagi Ulrika, punya payudara besar tidak selalu membanggakan karena belakangan ini punggungnya terasa sakit karena terus-terusan menahan beban terlalu berat di dada. Bukan itu saja, punggungnya cedera misalnya mengalami saraf kejepit dan perubahan postur.
Jika tidak diatasi, kondisi yang dihadapi Ulrika pada saat itu bisa fatal. Kerusakan saraf bisa membuatnya lumpuh atau mengalami gangguan fungsi tubuh lainnya, bahkan bisa juga mati muda karena berbagai komplikasi penyakit kronis yang akan menyertainya.
Oleh karena itu, bagi Ulrika pilihan memperkecil payudara bukan semata-mata soal penampilan supaya lebih proporsional. Payudara yang lebih proporsional memang bisa membuatnya lebih percaya diri, namun yang terpenting punggungnya tidak lagi menanggung beban berlebih.
Dr Kirwan menambahkan, beberapa pasien yang memperkecil payudaranya juga mendapatkan motivasi lebih besar untuk berolahraga. Karena beban di dadanya berkurang, gerakannya menjadi lebih lincah dan secara fisik menjadi lebih aktif melakukan pembakaran kalori.
"Penelitian membuktikan beberapa pasien jadi lebih rajin berolahraga, memiliki kontrol yang lebih baik terhadap keseimbangan glukosa dan pada akhirnya terhindari dari risiko diabetes," kata Dr Kirwan








0 komentar:
Posting Komentar